78 Tahun PII: Meracik Silaturahmi, Menggali Rasa, Meneguhkan Asa – dari Singaraja untuk Indonesia
78 Tahun PII: Meracik Silaturahmi, Menggali Rasa, Meneguhkan Asa – dari Singaraja untuk Indonesia
Singaraja, 4 Mei 2025 — Di tengah semilir angin utara Bali, Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Bali menggelar peringatan Hari Bangkit Wilayah ke-78 dengan penuh rasa, semangat, dan kekeluargaan. Bertempat di Rumah Makan Mana Lagi, acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi seperti sepiring tipat cantok—menggugah selera, sederhana dalam bahan, namun kaya makna dalam setiap racikannya.
Dengan tema “Merajut Silaturahmi, Merefleksi Jejak, Meneguhkan Arah”, kegiatan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh kader PII Bali, dari pelajar aktif hingga para alumni, untuk kembali merasakan denyut perjuangan dakwah kepelajaran yang telah dirintis sejak 1947.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Fath ayat 1: “Inna fatahna laka fathan mubina...”—sebuah pembuka kemenangan, bukan hanya kemenangan duniawi, tapi juga spiritual dan moral. Ayat ini seperti bumbu utama dalam semangkuk jukut undis belimbing—tidak hanya menghangatkan, tapi menyegarkan jiwa.
Dilanjutkan dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars PII, dan lagu “4 Mei” yang membakar semangat, peserta berdiri tegak—mengenang perjalanan panjang organisasi yang telah banyak melahirkan pemimpin bangsa dari bangku pelajar.
Dalam momentum ini pula, dilakukan Pelantikan Organisasi Daerah (OD) PII Buleleng yang dinahkodai oleh Irfan, kader muda visioner yang membawa harapan baru bagi gerakan pelajar di Buleleng. Uniknya, 90% kepanitiaan berasal dari pelajar SMP dan SMA—sebuah bukti nyata bahwa kaderisasi berjalan kuat dan regenerasi tidak hanya menjadi slogan, tapi sudah dihidupkan dalam kerja nyata.
Sambutan demi sambutan menggema:
Dari Ketua Terpilih OD PII Buleleng yang menyuarakan tekad membangun gerakan yang bersih, berani, dan berdaya.
Ketua PW PII Bali yang menegaskan pentingnya konsistensi dalam dakwah pelajar.
Ketua KBPII Bali, Gunawan, S.Pd, yang memantik semangat pelajar untuk tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga tangguh dalam medan juang sosial.
Gong semangat acara ini ditabuh oleh Kanda Usman Rafik, sesepuh KB PII, yang memberikan motivasi penuh makna tentang pentingnya melanjutkan estafet perjuangan dengan keikhlasan dan keberanian. Beliau berkata, “Gerakan pelajar hari ini harus seperti sambal matah Singaraja—pedas, segar, dan tidak pernah kehilangan rasa!”
Sebagai penutup, doa penuh haru dipimpin oleh perwakilan MUI Singaraja, menguatkan harapan bahwa langkah-langkah kecil hari ini akan menjadi jalan besar menuju kemuliaan umat.
Acara ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, dan hiburan, mencairkan suasana sekaligus menambah erat simpul silaturahmi antar generasi.
PII Bali hari ini seperti dapur yang sedang menyala—penuh aroma perjuangan. Dari Singaraja, kami meracik kader, merebus mimpi, dan menyajikan cita rasa perjuangan untuk Indonesia yang lebih beradab. (Raden Alit)



