Detail Artikel

Cahaya Idul Fitri di Ufuk Desa Bogo

Cahaya Idul Fitri di Ufuk Desa Bogo

Pagi ini, mentari menyapa dengan lembut,

setelah sebulan kita berpuasa, menahan dahaga dan lapar,

menjaga hati dari amarah, membersihkan diri dari dosa.

Semesta bertasbih, angin berbisik lembut,

bunga-bunga merekah, menyambut kemenangan yang suci.

Di Masjid Baitussalam, suara takbir bergema,

memenuhi ruang langit dengan pujian,

menggetarkan hati, mengingatkan kita akan kebesaran-Nya.

Wajah-wajah berseri, senyum terpancar,

saling berjabat tangan, saling bermaafan,

karena hari ini adalah hari yang fitri,

hari kembali kepada kesucian.

Hablum minallah, hablum minannas,

kita jaga hubungan dengan Allah,

kita rawat hubungan dengan sesama.

Tiada dosa yang tak terampuni,

tiada luka yang tak bisa terobati,

jika hati ikhlas, jika mulut mudah mengucap maaf.

Khotib dan Imam: Ustadz Imam Syafi'i

Pesan Kebajikan di Hari Kemenangan

Saudara-saudaraku sekalian,

Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan,

tapi juga tentang pembelajaran.

Seperti seorang musafir yang kembali ke rumah,

kita kembali pada fitrah diri,

kita kembali kepada kasih sayang Ilahi.

Mari jadikan momen ini sebagai awal perubahan,

menjadi insan yang lebih baik,

lebih sabar, lebih penyayang, lebih pemaaf.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

"Barang siapa yang tidak memberi maaf, maka ia tidak akan dimaafkan oleh Allah."

(HR. Ahmad)

Maka bukalah hati, ulurkan tangan,

berikan maaf dengan tulus, sebagaimana kita mengharapkan ampunan dari-Nya.

Berbakti kepada Orang Tua, Kunci Ridha Allah

Di hari yang suci ini, mari kita ingat mereka yang telah merawat kita,

yang mencintai kita tanpa syarat,

yang doanya menjadi cahaya dalam gelap.

Orang tua, terutama ibu,

dengan kasihnya yang tak terbatas,

selalu mendoakan kita, mengharap kebaikan untuk kita.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu."

(QS. Luqman: 14)

Maka di hari yang suci ini,

ucapkanlah terima kasih kepada ayah dan ibu,

cium tangan mereka, peluk tubuh mereka,

katakan dengan tulus, "Mohon maaf atas segala salah dan khilafku."

Dan bagi mereka yang orang tuanya telah tiada,

jangan biarkan air mata kesedihan mengalir tanpa makna,

amalkan doa-doa terbaik untuk mereka,

karena bakti kepada orang tua tidak berhenti saat mereka tiada,

melainkan terus berlanjut dalam doa dan amal kebaikan.

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'