Di Tengah Terik, Sebuah Langkah Sunyi: Relawan Lantip H. Saleh Menyusuri Luk Luk
Di Tengah Terik, Sebuah Langkah Sunyi: Relawan Lantip H. Saleh Menyusuri Luk Luk
Denpasar, 29 September 2025 —
Siang yang menyengat di bawah langit Bali tak menyurutkan langkah seorang relawan. H. Saleh, tokoh Lantip yang akrab disapa warga sebagai penggerak kepedulian, berangkat seorang diri menuju Luk Luk, daerah yang masih menyisakan jejak banjir beberapa hari lalu.
Dengan keteguhan yang sederhana, ia tak membawa rombongan besar, hanya semangat yang tak pernah lekang. Tujuannya jelas: menyapa dan mengulurkan tangan kepada seorang warga terdampak banjir, tetangga dari Mohammad Toha.
Jalan yang dilalui masih menyisakan becek, beberapa genangan belum sepenuhnya mengering. Panas matahari seakan menantang, namun langkahnya tetap maju, surut ke belakang tak pernah ada dalam kamus relawan.
H. Saleh sadar, meski hanya satu rumah yang disasar, nilai kepedulian tidak diukur dari banyaknya penerima, tetapi dari ketulusan memberi. Setiap kunjungan adalah pesan, bahwa tak ada seorang pun yang dibiarkan sendiri dalam kepedihan.
Sesampainya di rumah yang dituju, wajah penuh lelah sang penerima menyambut dengan senyum getir yang kemudian melebur menjadi rasa syukur. Bantuan yang dibawa bukan sekadar beras, minyak, atau pakaian, tetapi juga sejuknya perhatian, bahwa masyarakat sekitar tidak berpaling.
“Meski sendiri, saya percaya langkah kecil bisa jadi cahaya di tengah duka,” ungkap H. Saleh singkat namun penuh makna.
Kunjungan siang itu bukanlah pesta besar, tidak pula gegap gempita. Namun dari teriknya matahari, hadir secercah kesejukan: bahwa di tengah sunyi sekalipun, relawan tetap menyalakan harapan.(RAYD) Donasi rekening PT. MEDIA SUARA UMAT. Bank BSI.7326712967*Rek



