Detail Artikel

Ketua Terpilih DMI Kota Denpasar: Baitul Muminin Jadi Model Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Ketua Terpilih DMI Kota Denpasar: Baitul Muminin Jadi Model Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Denpasar, 25 Januari 2026 — Ketua Terpilih Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, menegaskan bahwa penguatan ekonomi umat berbasis masjid akan menjadi salah satu strategi utama kepengurusan DMI Kota Denpasar ke depan. Hal ini disampaikannya dalam wawancara bersama Suara Umat sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) III DMI Kota Denpasar.

Menurut H. Mardi Soemitro, program DMI Peduli (DMP) yang berfokus pada ekonomi umat berbasis masjid telah mulai dijalankan dan menunjukkan hasil positif. BKDI Baitul Muminin diproyeksikan sebagai percontohan (role model) bagi masjid dan musholla lain di Kota Denpasar.

“Ini memang program DMP, ekonomi umat berbasis masjid. Kita jadikan Baitul Muminin sebagai contoh agar bisa disosialisasikan ke masjid dan musholla lain di Denpasar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah dimulai, berjalan, dan dirasakan manfaatnya oleh jamaah serta masyarakat sekitar. Tantangan ke depan, menurutnya, adalah menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan kualitas dan dampaknya.

“Kita sudah start, sudah jalan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan dan terus meningkatkan program ini,” lanjutnya.

Selain Baitul Muminin, pengembangan lingkungan musholla, seperti di kawasan Joglo, juga menjadi perhatian. Model pemberdayaan berbasis lingkungan ini diharapkan mampu memperluas dampak masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Menanggapi pertanyaan terkait arah kepemimpinan dan dinamika pasca-Musda, H. Mardi Soemitro menegaskan sikapnya yang terbuka dan menempatkan amanah organisasi di atas kepentingan personal. Ia menyerahkan sepenuhnya proses kepemimpinan dan penentuan figur kepada mekanisme organisasi.

“Kalau urusan itu kita serahkan kepada audiens, kepada pemilih, kepada formatur. Kita ikut saja. Ini amanah. Kalau diberi amanah dan mampu, bismillah. Kalau ada yang lain, alhamdulillah,” tuturnya.

Pernyataan ini mencerminkan semangat Musda III DMI Kota Denpasar yang menekankan kepemimpinan kolektif, profesional, dan berbasis pengabdian, demi mewujudkan masjid sebagai sentral kegiatan umat. Dengan strategi ekonomi umat berbasis masjid yang terarah dan berkelanjutan, DMI Kota Denpasar optimistis dapat memperkuat kemandirian umat sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan ekonomi kota. (RAYD)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'