Detail Artikel

Lantip Bali Kobarkan Semangat Merah Putih: Dari Senam Lansia hingga Upacara Bendera di Big Garden Corner

Lantip Bali Kobarkan Semangat Merah Putih: Dari Senam Lansia hingga Upacara Bendera di Big Garden Corner

Denpasar, 24 Agustus 2025 —

Udara pagi di Wantilan Semaradana, Big Garden Corner, dipenuhi semangat berbeda pada Minggu, 24 Agustus 2025. Ratusan Lansia Tangguh dan Peduli (Lantip) dari berbagai daerah di Bali berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk family gathering ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga menyalakan kembali api nasionalisme di dada para pesertanya.

Senam Lantip: Menggerakkan Tubuh, Menyalakan Jiwa

Acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan senam bersama yang dipimpin tim instruktur Lantip. Gerakan peregangan sederhana menjadi pembuka, lalu berlanjut dengan rangkaian senam Lantip yang penuh energi. Menariknya, dua sesi senam berikutnya dinilai secara khusus. Para peserta, yang rata-rata telah berusia di atas 60 tahun, tampak antusias mengikuti irama musik, dengan nomor punggung yang tersemat rapi di dada mereka untuk memudahkan proses penjurian.

Suasana menjadi riuh penuh semangat. Senyum dan tawa mengiringi setiap gerakan, seolah menegaskan bahwa usia bukanlah batas untuk tetap sehat dan bahagia. Di akhir sesi, para peserta diberi snack time sembari menanti hasil seleksi empat peserta terbaik versi dewan juri.

Upacara Bendera: Sakral, Patriotik, Menggetarkan Hati

Selepas jeda singkat, seluruh peserta kembali memasuki arena utama untuk mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT ke-80 RI. Suasana berubah menjadi khidmat. Petugas upacara yang terdiri dari anggota Lantip tampil terampil, mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, hingga pembawa teks UUD 1945.

Tepat pukul 08.20, sang merah putih berkibar gagah di ruang indoor Wantilan Semaradana. Semua peserta berdiri tegak, menundukkan kepala dalam hening, menyatu dalam doa dan rasa syukur atas 80 tahun Indonesia merdeka.

Lantip Dewi tampil anggun sekaligus berwibawa sebagai MC upacara, memandu jalannya prosesi dengan suara tegas namun penuh kelembutan. Puncak momen terjadi ketika Lantip Ary Bram berdiri gagah sebagai dirigen, memimpin lantunan Mars Lantip dan lagu perjuangan Hari Merdeka (17 Agustus). Dengan tangan bergetar penuh semangat, Ary Bram mengayunkan baton, memandu ratusan suara peserta yang bersatu dalam harmoni patriotik. Suara itu membahana, menembus dinding wantilan, seakan menggaungkan pesan: “Indonesia tetap merdeka, dan Lantip tetap setia menjaga.”

Rangkaian Sambutan: Dari Kegiatan hingga Visi Indonesia Emas

Setelah prosesi upacara, acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan rangkaian sambutan. Ketua Panitia, L. Saleh, menyampaikan laporan kegiatan yang sarat dengan nuansa kebersamaan. Ia menekankan bahwa family gathering kali ini bukan sekadar peringatan kemerdekaan, tetapi juga momentum kebangkitan lansia melalui serangkaian lomba—mulai dari lomba senam, puisi, hingga menyanyi lagu perjuangan.

Sementara itu, sambutan penuh makna datang dari Ketua Lantipda Bali, L. Henk. Dengan suara berapi-api, ia menyampaikan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Dalam paparannya, Henk menekankan bahwa jumlah anggota Lantip terus bertambah di berbagai daerah, menunjukkan bahwa semangat lansia tangguh semakin meluas. Ia juga menyinggung perjuangan di tingkat nasional untuk mendirikan Komnas Lantip, sebagai wadah perlindungan dan pemberdayaan bagi lansia di seluruh Indonesia.

"Kami tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperjuangkan martabat lansia di negeri ini. Semoga suara kita, melalui Lantip, terdengar di pusat, sehingga perlindungan hukum dan hak lansia dapat semakin kuat,” ujar Henk disambut tepuk tangan meriah.

Seni, Hiburan, dan Santunan

Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan Angklung ALBA yang membawakan lagu-lagu perjuangan, disusul prosesi penyerahan santunan sembako bagi 10 orang lansia veteran Lantipda Bali serta 5 lansia dhuafa dari Lantipda Gianyar. Suasana berubah penuh haru saat para penerima dengan mata berkaca-kaca menerima bingkisan sederhana namun sarat makna itu.

Tidak berhenti di sana, penampilan Sekar Lantip, bincang kesehatan gigi dan mulut lansia oleh narasumber medis, hingga lomba-lomba kreatif seperti final lomba puisi dan menyanyi lagu perjuangan, menjadikan acara ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang edukasi sekaligus penghormatan pada lansia sebagai pilar bangsa.(RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'