Detail Artikel

Masjid sebagai Pusat Pelayanan Umat dan Solidaritas Sosial

Masjid sebagai Pusat Pelayanan Umat dan Solidaritas Sosial

Apresiasi Pemerintah Daerah dalam Musda III DMI Kota Denpasar

Denpasar — Dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh jajaran pengurus masjid dan musholla atas kontribusi nyata mereka dalam pelayanan umat dan masyarakat.

Sambutan diawali dengan penghormatan kepada para tokoh dan pimpinan lembaga keagamaan, di antaranya Ketua MUI Kota Denpasar, para pimpinan ormas Islam, serta seluruh pengurus masjid dan musholla yang hadir. Ungkapan selamat juga disampaikan kepada masjid dan musholla yang dinilai berprestasi dan inovatif, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.


Syukur dan Konsolidasi Umat dalam Musda III DMI

Dalam suasana penuh rasa syukur kepada Allah SWT, disampaikan bahwa Musda III DMI Kota Denpasar menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi umat. Kehadiran ratusan pengurus masjid dan musholla menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun peran strategis masjid di tengah masyarakat.

Dari ratusan masjid dan musholla yang tercatat di Kota Denpasar, partisipasi aktif pengurus menunjukkan bahwa masjid bukan hanya institusi ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang hidup dan bergerak bersama masyarakat.


Masjid yang Inovatif dan Multifungsi

Disampaikan pula bahwa saat ini masjid dan musholla di Denpasar semakin inovatif dan adaptif. Masjid tidak lagi semata-mata difungsikan sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga memiliki berbagai fungsi sosial, edukatif, dan kemanusiaan.

“Masjid hari ini memiliki fungsi yang sangat luas. Tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Inovasi yang dilakukan pengurus masjid diapresiasi sebagai bentuk kemajuan pola pengelolaan masjid yang responsif terhadap kebutuhan umat.


Keteladanan Masjid dalam Aksi Kemanusiaan

Apresiasi khusus disampaikan kepada masjid-masjid yang bergerak cepat dalam aksi kemanusiaan, terutama saat musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Denpasar. Masjid dan musholla terbukti mampu menjadi pusat respons darurat, mulai dari pendirian dapur umum, penyediaan bantuan logistik, hingga pelayanan kepada warga terdampak tanpa membedakan latar belakang.

“Ketika banjir terjadi, masjid-masjid bergerak serta-merta membantu masyarakat. Inilah wajah sejati masjid sebagai rahmat bagi semua,” ujarnya.

Semangat gotong royong dan kepedulian tersebut dinilai sebagai kekuatan utama masyarakat Denpasar.


Persaudaraan sebagai Fondasi Kota Denpasar

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kekuatan utama Kota Denpasar adalah rasa persaudaraan. Di tengah berbagai perbedaan, masyarakat tetap mampu saling menolong, saling menjaga, dan saling menghormati.

“Apapun latar belakang kita, kita adalah saudara. Hanya dengan saling menolong dan saling menjaga, Denpasar bisa menjadi kota yang lebih baik,” tegasnya.

Nilai persaudaraan inilah yang menjadi dasar visi pembangunan kota, termasuk dalam membangun harmoni antarumat beragama.


Isu Lingkungan dan Tantangan Pengelolaan Sampah

Terkait persoalan lingkungan, khususnya sampah, disampaikan bahwa isu ini merupakan tantangan bersama yang harus disikapi dengan bijak dan realistis. Penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara instan tanpa solusi yang matang.

Masjid diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam edukasi masyarakat, khususnya dalam pemilahan sampah dari sumber dan perubahan perilaku hidup bersih.

Arahan dan penguatan dari tokoh-tokoh DMI, termasuk H. Bambang Santoso, dinilai sangat membantu dalam mendorong kesadaran kolektif umat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


Harapan bagi Kepengurusan DMI ke Depan

Menutup sambutan, disampaikan harapan agar Musda III DMI Kota Denpasar dapat menghasilkan keputusan dan kepengurusan yang lebih baik, amanah, dan mampu menjawab tantangan umat ke depan.

DMI diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketenteraman kota, memperkuat persatuan umat, serta menghadirkan masjid sebagai pusat ibadah, pelayanan sosial, dan kepedulian lingkungan.

“Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk bersama-sama menjaga Kota Denpasar agar tetap damai, rukun, dan sejahtera,” tutupnya.(RORIE)

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'