Detail Artikel

Menenun Amanat: Ketika Hukum Berbincang dengan Tanah

Menenun Amanat: Ketika Hukum Berbincang dengan Tanah

Kolaborasi ICMI Perempuan Bali dengan Komunitas Eco Enzyme Nusantara tahun ini membawa tema besar: “Desa Binaan, Perempuan Tangguh, Berakhlak, Mandiri, dan Cendekia.”

Tema ini lahir dari kesadaran bahwa transformasi sosial-ekologis tidak dapat berhenti di kota, melainkan harus menjejak hingga desa — tempat akar budaya dan peradaban tumbuh. Melalui program Desa Binaan, ICMI Perempuan Bali bertekad menghadirkan ruang pembelajaran terpadu: perempuan desa dibekali ilmu agama yang berakhlak, keterampilan ekonomi produktif, kecakapan lingkungan dengan eco enzyme, serta wawasan hukum dasar untuk melindungi hak-hak mereka.

Program Unggulan: Menjadi Perempuan Desa Berdaya

Pelatihan Eco Enzyme dan Kewirausahaan Hijau

Perempuan desa akan diajak membuat, memanfaatkan, dan memasarkan produk turunan eco enzyme. Dengan bimbingan Komunitas Eco Enzyme Nusantara, program ini bukan hanya tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi keluarga.

Kelas Akhlak dan Literasi

ICMI Perempuan Bali menyiapkan sesi literasi Al-Qur’an, etika sosial, dan penguatan karakter perempuan tangguh — sehingga setiap peserta tidak hanya cakap keterampilan, tetapi juga kokoh akhlaknya.

Pendampingan Hukum dan Administrasi Desa

Dipandu langsung oleh Hj. Sri Subekti, S.H., Sp.N, program ini memberi edukasi hukum sederhana bagi perempuan desa: mulai dari legalitas usaha, perlindungan aset keluarga, hingga kesadaran hukum dalam transaksi sehari-hari.

Forum Cendekia Desa

Setiap desa binaan akan memiliki forum diskusi perempuan, tempat gagasan-gagasan baru lahir: mulai dari inovasi pertanian organik, teknologi sederhana pengolahan sampah, hingga strategi pendidikan anak berbasis keluarga.


Suara dan Harapan

Tema besar ini meneguhkan identitas perempuan ICMI Bali sebagai agen perubahan yang bergerak dari akar rumput. “Kami ingin perempuan desa tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi tiang penopang keluarga dan komunitas — berakhlak, mandiri, tangguh, dan cendekia,” tutur Hj. Sri Subekti dalam sambutan resminya.


Ir. Ketut Rawi Adnyani menambahkan bahwa keterlibatan perempuan desa dalam gerakan eco enzyme akan mempercepat lahirnya ekosistem baru: desa yang tidak hanya indah secara lingkungan, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan harmonis dalam kehidupan sosial.

Menutup dengan Amanat

Dengan tema Desa Binaan Perempuan ICMI Bali, kolaborasi ini bukan hanya tentang botol fermentasi dan peraturan hukum, melainkan tentang melahirkan generasi perempuan desa yang memegang tiga pusaka peradaban: akhlak, ilmu, dan kemandirian.

(RAYD) *Rek. PT. MEDIA SUARA UMAT. Bank BSI.7326712967*

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'