Detail Artikel

Mengukuhkan Silaturahmi, Meneguhkan Peran: Safari Syawalan ICMI Bali di Kediaman H. Bambang Santoso

Mengukuhkan Silaturahmi, Meneguhkan Peran: Safari Syawalan ICMI Bali di Kediaman H. Bambang Santoso
Denpasar. 26 April 2025

Dalam suasana syawal yang penuh berkah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Bali menggelar acara Silaturahmi dan Safari Syawalan bertempat di kediaman H. Bambang Santoso, mantan anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Bali. Kegiatan yang dibuka secara santai dan hangat oleh Sekretaris Umum ICMI Orwil Bali, Khabari, mempererat ikatan ukhuwah di antara para cendekiawan muslim Bali.

Dalam sambutannya, Bunda Hj. Farida Hanum selaku Ketua ICMI Orwil Bali, menyampaikan rasa syukur atas soliditas pengurus yang hadir. Beliau memperkenalkan jajaran struktural ICMI yang semakin berkembang, meliputi unsur Pemuda ICMI, LBH ICMI, PICMI, Lazismi, hingga Cides sebagai lembaga pengkajian strategis.

Disebutkan dengan bangga bahwa Bali menjadi satu-satunya provinsi yang telah memiliki tujuh battom (badan otonom) ICMI sekaligus menghidupkan kembali peran Cides dalam pengkajian ilmiah. Sebuah capaian luar biasa yang menandakan gerak dinamis dan inovatif ICMI Bali di tengah pluralitas budaya dan agama.

Bunda Farida mengingatkan pentingnya membangkitkan kembali semangat pengkajian ilmiah. Ia mencontohkan, dahulu Cides pernah mengkaji potensi manfaat dari hewan lintah sebagai sumber terapi kesehatan. “Inilah saatnya potensi-potensi kearifan lokal dikembangkan dan dimajukan melalui riset-riset strategis,” ujar beliau penuh semangat.

Acara ini dihadiri pengurus daerah (Orda) dari Gianyar, Badung, Denpasar, dan Tabanan. Meski semula jumlah peserta dibatasi, H. Bambang Santoso, sebagai tuan rumah sekaligus Dewan Kehormatan ICMI Bali, membuka pintu seluas-luasnya bagi semua yang ingin hadir. Suasana kekeluargaan kian terasa, mengukuhkan nilai-nilai persaudaraan antar anggota.

Dalam arahannya, H. Bambang Santoso menyampaikan pesan mendalam berdasarkan Surat Al-Isra' ayat 84,
"Katakanlah (Muhammad), setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."
(QS. Al-Isra': 84)

Beliau menekankan bahwa setiap cendekiawan harus berjuang di bidang keahliannya masing-masing, menjadi cahaya kebaikan di manapun berada.
H. Bambang mengenang saat ICMI berdiri pada 7 Desember 1990, dirinya masih aktif mengajar di SD Muhammadiyah 2. Perjalanan panjang itu mengajarkannya pentingnya konsistensi dan keikhlasan dalam membangun umat.

Beliau juga menitipkan harapan besar agar pengelolaan pendapatan provinsi Bali ke depan berprinsip pada azas keadilan, di mana semua agama mendapat perlakuan setara. Sebagaimana praktik keadilan sosial yang telah berjalan di provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Penutup acara semakin khidmat dengan harapan dan doa, agar ICMI Bali semakin dikenal, semakin kuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah, dan menjadi sumber inspirasi perubahan yang bermartabat. Seiring dengan pengakuan ICMI saat ini yang telah diperhitungkan sejajar dengan NU, Muhammadiyah, Muslimat, dan Aisyiyah dalam forum-forum strategis.

Safari Syawalan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan momentum memperbaharui komitmen untuk terus berkarya, berdedikasi, dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk umat dan bangsa.

"ICMI Bali: Mewujudkan Cendekiawan Muslim yang Mandiri, Berdaya, dan Menebar Cahaya!"

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'