Meramu Silaturahmi, Menghidang Ukhuwah: Pengajian Rutin & Halal Bihalal di Rumah Hj. Ade Goal Wahyudi
Meramu Silaturahmi, Menghidang Ukhuwah: Pengajian Rutin & Halal Bihalal di Rumah Hj. Ade Goal Wahyudi
Denpasar, 27 April 2025
Seperti halnya memasak hidangan istimewa yang membutuhkan bahan pilihan, alat yang tepat, dan sentuhan cinta, begitu pula rangkaian kegiatan Majlis Taklim Yasmin sore itu. Bertempat di rumah Hj. Ade Goal Wahyudi, selepas ba’da Ashar, para ibu-ibu jamaah berkumpul dalam hangatnya suasana pengajian rutin yang dirangkai dengan halal bihalal, tukar kado, dan door prize.
Acara dimulai dengan ucapan basmalah, laksana menyalakan kompor dan menyiapkan wajan hati agar siap menerima “sajian ruhani” yang lezat dan menyejukkan. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 133-138 oleh Ibu Ririn, suara yang mengalun seperti air yang mendidih perlahan, menandai awal proses pematangan jiwa. Tak ketinggalan saritilawah oleh Ibu Rina, bagaikan bumbu rempah yang menambah cita rasa dan makna pada setiap ayat yang dibacakan.
Lantunan shalawat bersama menjadi seperti uap harum dari masakan yang mulai menyebar ke seluruh ruangan—menghangatkan hati dan membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Jamaah larut dalam irama doa dan pujian, memperkuat rasa kebersamaan dalam satu “dapur ukhuwah”.
Sambutan dari koordinator lapangan menjadi seperti instruksi resep yang memberikan arah dan makna akan kegiatan hari itu. Disusul oleh sambutan penasehat MT Yasmin, Hj. Ade Fathimah, yang memberikan wejangan layaknya koki utama menaburkan bumbu rahasia terakhir—nasihat yang menambah rasa dalam, sarat hikmah, dan menenangkan.
Suasana semakin cair dan hangat dengan sesi games seru yang mencairkan suasana, seperti adonan yang diuleni hingga kalis: menyatukan, merekatkan, dan membuat tawa mengembang di wajah para jamaah. Keceriaan meningkat ketika acara dilanjutkan dengan tukar kado dan door prize—ibarat hiasan plating di akhir masakan yang membuat sajian semakin menarik dan bermakna.
Acara ditutup dengan doa penutup, ibarat menutup panci dan membiarkan semua bahan meresap sempurna: mengikat rasa, mengunci keberkahan. Doa dilantunkan penuh harap, agar pertemuan hari itu menjadi berkah dan memperkuat rasa syukur dalam hati setiap yang hadir.
Seluruh rangkaian acara dipandu dengan apik oleh Hanifah selaku pembawa acara—seperti sendok kayu yang mengaduk semua bahan agar tercampur rata dan menghasilkan rasa yang seimbang.
Pengajian kali ini adalah bukti nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bisa “dimasak” dan disajikan dengan sederhana namun sarat makna. Dengan bahan cinta, alat sabar, dan api semangat yang konsisten, tersajilah sebuah hidangan kehidupan yang lezat: silaturahmi yang tulus, keimanan yang hangat, dan kebersamaan yang mengenyangkan jiwa.
Semoga kebersamaan ini menjadi energi baru menyambut hari-hari penuh berkah. Wallahu a'lam bishawab.( Raden Alit)



