Observasi TEFA dan Kegiatan Wirausaha SMK Muhammadiyah Denpasar di SMKN 5 Denpasar
Pada hari Kamis, 29 Agustus 2024, SMKN 5 Denpasar menjadi tuan rumah kegiatan observasi Teaching Factory (TEFA) dan wirausaha yang diikuti oleh siswa dan guru dari SMK Muhammadiyah Denpasar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan siswa tentang konsep TEFA dan implementasi wirausaha di sekolah kejuruan.
Pembukaan oleh MC Desi
Kegiatan dibuka oleh Desi selaku Master of Ceremony (MC) yang menyambut seluruh peserta dengan hangat. Dalam sambutannya, Desi menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan dari SMK Muhammadiyah Denpasar. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi kita semua dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan sesuai dengan tuntutan dunia kerja," ujarnya.
Doa Mengawali Kegiatan
Setelah sambutan pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu guru dari SMK Muhammadiyah Denpasar. Doa ini bertujuan memohon keberkahan agar kegiatan berjalan lancar dan penuh manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Sambutan dari Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar, Bapak Buda Astawa
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar, Bapak Buda Astawa, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau juga memberikan gambaran umum mengenai profil sekolah. SMKN 5 Denpasar memiliki 117 guru dan 25 karyawan dengan jumlah siswa sekitar 2.200 orang. Sekolah ini memiliki dua jurusan utama, yaitu Jurusan Pariwisata dan Seni serta Ekonomi Kreatif.
Untuk jurusan Pariwisata, terdapat tiga kompetensi keahlian: Kuliner, Perhotelan, dan Perjalanan Wisata. Sedangkan untuk Seni dan Ekonomi Kreatif, terdapat tiga kompetensi: Seni Tari, Seni Karawitan, dan Desain Komunikasi Visual. "Kami juga memiliki kelas industri, di mana beberapa siswa kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bekerja langsung di industri selama satu hingga dua tahun, dengan evaluasi setiap tahunnya," jelas Bapak Buda Astawa.
Beliau menekankan bahwa SMKN 5 Denpasar fokus pada pendidikan vokasi yang mengarah pada peningkatan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. "Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan seluruh materi pembelajaran umum ke dalam pendekatan yang berbasis vokasi," tambahnya.
Sambutan dari Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Denpasar, Bapak Tauhid Hidayat
Selanjutnya, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Denpasar, Bapak Tauhid Hidayat, menyampaikan tujuan kedatangan timnya ke SMKN 5 Denpasar. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk belajar dan memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan TEFA dan penerapan kegiatan wirausaha di sekolah. "Kami berharap dapat membawa pulang ilmu dan inspirasi yang bermanfaat untuk pengembangan sekolah kami," ungkapnya.
Diskusi dan Tanya Jawab
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta dari SMK Muhammadiyah Denpasar berinteraksi dengan guru dan siswa dari SMKN 5 Denpasar, berbagi pengalaman mengenai tantangan dan solusi dalam menerapkan konsep TEFA serta kegiatan wirausaha di sekolah.
Kunjungan ke TEFA SMKN 5 Denpasar
Setelah sesi diskusi, para peserta diajak untuk melakukan kunjungan langsung ke beberapa unit TEFA di SMKN 5 Denpasar. Mereka mengunjungi unit-unit seperti Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Rias, yang merupakan bagian dari jurusan Pariwisata dan Seni Ekonomi Kreatif. Para peserta dapat melihat langsung proses kerja, produksi, dan inovasi yang dilakukan oleh siswa dan guru SMKN 5 Denpasar dalam mengelola unit TEFA tersebut.
Kesimpulan
Kegiatan ini berhasil mempertemukan dua sekolah dalam semangat kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Observasi TEFA dan wirausaha ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama antar-sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan siswa SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.



