Detail Artikel

Pemerintah Bangun 82 Ribu Koperasi Desa Nusantara, Teten Masduki Paparkan Strategi Kebangkitan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Bangun 82 Ribu Koperasi Desa Nusantara, Teten Masduki Paparkan Strategi Kebangkitan Koperasi Merah Putih

Badung, Bali — Media Suara Umat.

Dalam rangkaian Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) ICMI 2025 di Hotel Four Points Ungasan, Badung, Bali, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, memaparkan strategi besar Pemerintah dalam membangkitkan kembali gerakan koperasi nasional melalui pembentukan 82.000 Koperasi Desa Nusantara Merah Putih.


Acara yang dihadiri oleh para menteri, tokoh nasional, Pangdam, Kapolda, Sekda Provinsi Bali yang mewakili Gubernur, serta para cendekiawan muslim Indonesia ini menjadi forum penting untuk memadukan gagasan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan peran strategis ICMI.

Koperasi: Amanat Konstitusi dan Warisan Pendiri Bangsa


Dalam pemaparan yang disampaikan dalam sesi “Strategi Pembangunan Koperasi Rakyat Indonesia”, Teten Masduki menegaskan bahwa koperasi adalah amanat langsung UUD 1945 dan ajaran ekonomi Bung Hatta.

“Koperasi adalah soko guru perekonomian. Para pendiri bangsa sudah membuktikan betapa kuatnya koperasi pada masa lalu,” kata Teten.


Ia menyebutkan bahwa dahulu koperasi memiliki pabrik tekstil, bank sendiri, industri batik, gudang besar, dan jaringan usaha yang luas. Namun, kejayaan itu merosot tajam setelah Indonesia masuk pada era liberalisasi pasar.

Dampak LOI IMF dan Lenyapnya Peran Negara

Teten menjelaskan bahwa sejak Indonesia menandatangani Letter of Intent IMF pada akhir 1990-an, peran negara dalam ekonomi dipaksa untuk dikurangi drastis. Dampaknya:


koperasi kehilangan banyak unit industri strategis,

pasar dikuasai pemain besar,

barang impor membanjiri pasar,

peternak, petani, dan nelayan semakin terpinggirkan,

tengkulak, rentenir, dan pinjaman online merajalela,

subsidi rakyat tidak tepat sasaran.

Arah Baru Presiden Prabowo: Koperasi Harus Didorong Menjadi Kekuatan Ekonomi

Teten menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menegaskan arah baru:


“Resep IMF tidak lagi dipakai. Negara harus kembali hadir mengatur ekonomi rakyat.”

Menurut Teten, Presiden Prabowo mendapatkan keyakinan kuat bahwa koperasi harus menjadi poros utama pembangunan desa. Karena itu, Presiden memerintahkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Nusantara Merah Putih, yang kini telah menjadi 82.000 badan hukum.


82.000 Koperasi Desa Nusantara Merah Putih Resmi Terbentuk

Program besar ini dilaksanakan melalui:

18 kementerian/lembaga,

seluruh pemerintah provinsi, kabupaten/kota,

perangkat kecamatan dan desa,

satgas percepatan di lapangan,

musyawarah desa khusus sebagai dasar legalitas.

Setiap koperasi akan memiliki unit ekonomi dasar seperti:

Gerai sembako

Keuangan mikro

Apotek dan klinik desa

Pergudangan

Layanan off-taker hasil pertanian & perikanan

Koperasi desa juga akan menyalurkan program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, BLT, hingga LPG 3 Kg.

Kejutan Lapangan: Banyak Desa Belum Tersentuh Listrik dan Internet

Teten membeberkan temuan penting saat pembentukan koperasi desa:

ribuan desa belum memiliki listrik,

banyak desa tidak memiliki akses internet,

desa pesisir minim solar dan es,

distribusi bansos tidak tepat sasaran,

dominasi rentenir dan pinjol yang mencekik warga.

Karena itu, kementerian kini bekerja sama dengan:


PLN untuk percepatan elektrifikasi,

Telkom/Telkomsel untuk internet desa,

Pertamina untuk akses energi dan BBM,

Kejaksaan Agung melalui aplikasi Jaga Desa,

TNI untuk percepatan pembangunan fisik.

Menjelang 2026: Semua Koperasi Siap Beroperasi


Teten menargetkan seluruh koperasi sudah beroperasi penuh pada Maret 2026.


“Kita ingin koperasi kembali menjadi kekuatan ekonomi rakyat, seperti yang dicita-citakan Bung Hatta dan para pendiri bangsa,” ujar Teten.

ICMI dan Koperasi: Dua Kekuatan Transformasi Umat dan Bangsa


SILAKNAS ICMI 2025 menjadi ruang bertemunya gagasan strategis:

pidato Prof. Arief Satria tentang demokrasi, inovasi, dan daya saing bangsa,


pesan Prof. Din Syamsuddin tentang karakter cendekiawan Muslim “kudul ilmi, kudul alba, dan kudul dhuha”,


paparan Teten Masduki mengenai kebangkitan koperasi nasional.


Tiga pesan besar ini mempertegas peran ICMI sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi rakyat yang adil dan berdaulat.. (RAYD) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'