Penyaluran Bantuan Terus Berlanjut, Solidaritas Kemanusiaan Tak Pernah Padam
Penyaluran Bantuan Terus Berlanjut, Solidaritas Kemanusiaan Tak Pernah Padam
Denpasar, 17 September 2025 – Gelombang kepedulian terus mengalir dari Posko Bersama untuk warga yang terdampak banjir di Denpasar dan sekitarnya. Hingga pertengahan September, ratusan paket sembako, pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya telah berhasil disalurkan kepada masyarakat di berbagai titik.
Sejak 15 September 2025, bantuan telah menjangkau warga di Busung Yeh, Gunung Karang, Imam Bonjol, hingga Kesiman. Nama-nama seperti Pak Mujiono, Pak Anwar, Pak Hadi, Edwin, Pak Aryanto, hingga Bu Ida tercatat menerima paket sembako maupun pakaian layak pakai. Tak hanya individu, sejumlah keluarga di kawasan Imam Bonjol juga memperoleh bantuan tambahan berupa dus pakaian layak pakai.
Berlanjut pada 16 September, tangan-tangan ringan para relawan menyerahkan bantuan ke berbagai titik lain. Win Suripto (MTP) menerima satu paket, sementara satu keluarga yang menumpang di rumah Bu Dian OC turut mendapat perhatian. Bu Mardiana di Jalan Maruti bahkan menerima empat paket sembako untuk menopang kebutuhan keluarganya. Sementara itu, Bu Heni dengan penuh kepedulian membagikan 17 paket sembako ditambah dua kantong besar pakaian layak pakai untuk warga sekitar.
Pada 17 September, distribusi berlanjut ke rumah Bu Sulastri yang menerima tiga paket sembako dan dua tas pakaian. Bu Devi dan Bu Widya memperoleh satu paket sembako serta tiga lembar handuk. Bu Eva menerima satu paket sembako dan selimut, disusul warga di kawasan Candra Asri yang turut menerima satu paket. Tak ketinggalan, bantuan juga menyentuh tokoh masyarakat seperti Pak Mahfud dan Pak Ujang, yang rumahnya terdampak banjir cukup parah.
Ketua Laziswaf ICMI Bali, H. Imam Asrorie, menegaskan bahwa penyaluran ini akan terus berlanjut sesuai kebutuhan lapangan. “Kami tidak hanya fokus pada tahap darurat, tapi juga memikirkan recovery pasca-banjir agar masyarakat benar-benar bisa bangkit,” ujarnya.
Solidaritas lintas organisasi – mulai dari Laziswaf ICMI, Lantip, Wanita Islam, MT IPHI, hingga dukungan logistik dari RM Bundo Kanduang – memperlihatkan wajah persatuan di tengah bencana. Di balik setiap paket yang dibagikan, tersimpan pesan bahwa kepedulian adalah jembatan yang menyatukan hati-hati yang sebelumnya tercerai oleh genangan air.
Banjir boleh saja merendam rumah dan harta benda, tetapi arus kebaikan ini telah menyalakan kembali harapan.(RAYD)



