Detail Artikel

Program Kuliah dan Kerja di Jepang: Solusi Ekonomi untuk Umat

Program Kuliah dan Kerja di Jepang: Solusi Ekonomi untuk Umat

Sebagai bentuk nyata dalam meningkatkan ekonomi umat, MBC menawarkan program kuliah sambil bekerja di Jepang.

Andiantono, Direktur MBC, dalam sambutannya mengajak para hadirin untuk menjadi bagian dari perubahan besar ini.

“Hari ini, saya berdiri di hadapan para raja-raja kecil kampung Islam. Kalian semua adalah pemimpin yang bisa membawa perubahan untuk generasi muda!” seru Andiantono.

Ia menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Ini adalah momen untuk mengangkat anak-anak muda kampung Islam dari sisi ekonomi dan mindset agar mereka memiliki wawasan global.

Dengan mahar hanya Rp5.350.000, anak-anak muda bisa mendapatkan kesempatan kuliah D3 sambil bekerja di Jepang.

Program ini terdiri dari:

  • Pelatihan 1 tahun di Bangli bekerja sama dengan LPK Dwipahara

  • 4 bulan pertama: Belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan disiplin

  • Sore hari: Kuliah online melalui Zoom dengan dosen-dosen berpengalaman

  • Jika mendapatkan job letter: Dikarantina selama 4 bulan sebelum keberangkatan

Dalam maksimal 1 tahun, mereka akan mulai bekerja di Jepang dengan penghasilan Rp18 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya hidup dan cicilan pelatihan, mereka masih memiliki sisa Rp8 juta per bulan yang bisa ditabung.

“Selama 3 tahun di Jepang, mereka akan pulang dengan gelar D3 dan tabungan besar!” ujar Andiantono penuh semangat.

Membangun Generasi Muslim yang Mandiri dan Tangguh

MBC telah bekerja sama dengan 319 perusahaan di Jepang yang siap menerima tenaga kerja dari Indonesia. Harapannya, ketika anak-anak muda ini kembali ke tanah air, mereka bisa mengangkat ekonomi keluarga, membangun usaha, dan menjadi pemimpin di komunitas mereka.

“Ini adalah jihad ekonomi. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu. Kita harus bergerak, memanfaatkan peluang, dan memastikan anak-anak kita mendapatkan masa depan yang lebih cerah!” seru Andiantono.

Tepuk tangan kembali menggema di Aula ITB STIKOM. Wajah-wajah penuh harapan terlihat di antara para hadirin. Hari ini, sebuah gerakan telah dimulai. Kampung Islam tidak lagi hanya menjadi penonton. Mereka adalah bagian dari perubahan besar yang akan mengangkat martabat umat Islam di Bali dan Indonesia.

Perjuangan belum selesai. Ini baru awal!  (Raden Alit) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'