Detail Artikel

Rektor ITB STIKOM Bali Dorong Pendalaman Ilmu dan Implementasi Nyata dalam SILAKWIL ICMI 2026

Rektor ITB STIKOM Bali Dorong Pendalaman Ilmu dan Implementasi Nyata dalam SILAKWIL ICMI 2026

Denpasar, 21 Februari 2026 — Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menyampaikan refleksi kritis sekaligus apresiasi dalam rangkaian Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) ICMI Orwil Bali 2026. Dalam kapasitasnya sebagai Steering Committee (SC), ia menekankan pentingnya penguatan implementasi nilai dan gagasan organisasi agar tidak berhenti pada tataran wacana.

Dalam sambutannya, Dr. Dadang terlebih dahulu mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya yang dinilai sukses, termasuk capaian administratif dan finansial yang positif. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas manajerial organisasi yang semakin matang.

Ia juga menegaskan bahwa SILAKWIL bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari pengabdian organisasi kepada masyarakat. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui penyusunan dan penyempurnaan program kerja, evaluasi berkelanjutan, serta penataan regulasi internal apabila diperlukan.

Lebih jauh, Dr. Dadang mengangkat perspektif edukatif tentang tahapan transformasi pengetahuan dalam organisasi. Ia menyebut sedikitnya enam tingkatan dalam proses pendidikan sosial: mengetahui, memahami, melaksanakan, mengkaji, meneliti, dan mencipta. Namun menurutnya, sebagian besar organisasi sering kali berhenti pada dua tahap awal, yakni mengetahui dan memahami.

“Pada tataran pelaksanaan saja kita sering menghadapi berbagai kendala. Padahal kita semua sudah mengetahui dan memahami pentingnya persatuan. Tetapi implementasinya tidak selalu mudah,” ujarnya.

Ia menyoroti adanya ego sektoral dan benturan kepentingan yang kerap menjadi hambatan dalam mewujudkan kerja kolektif. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta SILAKWIL untuk melakukan muhasabah organisasi—evaluasi mendalam terhadap cara berpikir, pola komunikasi, dan budaya kerja internal.

Menurutnya, forum pleno yang menjadi bagian dari SILAKWIL harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membahas program kerja secara substansial, menyampaikan pandangan dari masing-masing bidang dan wilayah, serta merumuskan rekomendasi yang aplikatif.

“Forum ini harus menghasilkan rekomendasi yang bukan hanya konseptual, tetapi juga operasional dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Dr. Dadang berharap SILAKWIL 2026 menjadi momentum konsolidasi intelektual dan organisatoris, sekaligus langkah maju menuju fase organisasi yang tidak hanya memahami gagasan, tetapi mampu melaksanakan, meneliti, dan bahkan menciptakan solusi bagi tantangan umat dan bangsa.

Dengan nada reflektif dan konstruktif, sambutan tersebut menegaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kesediaan anggotanya untuk bergerak dari wacana menuju aksi nyata, dari pemahaman menuju penciptaan.(RAYD). Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'