Sri Subekti Didapuk Jadi Ketua Panitia HUT ke-6 Lantip: “Kegiatan Lantip Itu Selalu Spektakuler!”
Sri Subekti Didapuk Jadi Ketua Panitia HUT ke-6 Lantip: “Kegiatan Lantip Itu Selalu Spektakuler!”
Denpasar, 30 September 2025 – Rapat persiapan ulang tahun ke-6 Lantip Indonesia Provinsi Bali berlangsung penuh kehangatan, semangat, dan tawa ringan. Bertempat di ruang pertemuan sederhana, para Lantipers berkumpul bukan sekadar membahas acara, melainkan merajut sebuah momentum kebersamaan yang akan berpuncak pada 23 November 2025.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh Sekretaris Lantip, L. Imam, yang menata suasana dengan lugas namun tetap hangat. Setelah itu, Ketua Lantipda Bali, L. Henk Kusumawardana, menyampaikan pengarahan: pesan singkat tapi padat tentang pentingnya menjadikan HUT ke-6 sebagai panggung untuk menunjukkan kiprah Lantip. “Kita bukan hanya lansia aktif, tapi lansia yang bisa menyalakan energi bangsa,” tegasnya.
Tak kalah berwarna, L. Rully Soripada ikut memberi masukan. Gayanya yang khas membuat forum seolah duduk di antara petuah seorang kakak sekaligus canda sahabat lama. Ia menekankan agar acara nanti jangan sekadar seremoni, melainkan perayaan yang benar-benar hidup—menggugah, menggairahkan, dan memberi inspirasi.
Sri Subekti Terpilih Jadi Ketua Panitia
Agenda utama rapat adalah pembentukan panitia. Dengan suara bulat, forum menunjuk Ibu Sri Subekti sebagai ketua panitia HUT ke-6. Penunjukan ini sempat membuat suasana sedikit cair ketika Bu Sri—dengan senyum bercampur kaget—mengatakan, “Saya sebenarnya ingin menolak, tapi bagaimana mungkin menolak kalau guru-guru saya di Lantip yang meminta. Ada Pak Rully, ada sahabat-sahabat semua yang selama ini menginspirasi. Jadi, ya, tidak ada alasan menolak.”
Ia menambahkan bahwa dirinya kerap terlibat dalam kegiatan Lantip meskipun belum resmi berstatus anggota. “Lantip itu selalu membawa aura positif. Kegiatan yang saya hadiri selalu spektakuler. Jadi ketika saya diminta, rasanya ini amanah yang memang harus saya terima.”
Menuju Acara yang Spektakuler
Dalam sambutannya, Bu Sri menyebut ulang tahun kali ini harus tampil “beda” — sebuah kegiatan ringkas namun padat, yang memadukan hiburan dengan energi bersama, sehingga menjadi semacam symphony yang indah. “Kita ingin acara berjalan seperti orkestra: setiap kegiatan masuk pada waktunya, setiap nada memberi warna, dan ujungnya melahirkan harmoni,” ujarnya, yang membuat peserta rapat spontan bertepuk tangan.
Beberapa ide lokasi pun bermunculan: dari De Keranjang Bali, Mall Bali Galeria, hingga venue outdoor dan indoor lain yang memungkinkan. Bahkan soal dresscode sempat memantik tawa bersama. Ada yang mengusulkan tema Busana Nusantara, ada pula yang dengan nakal menyarankan “kembali ke tahun 80-an” – lengkap dengan gaya rambut jambul roti sobek dan celana cutbray. Forum pun pecah oleh gelak tawa membayangkan Lantipers bergaya ala Rhoma Irama atau penyanyi pop lawas di panggung HUT Lantip.
Amanah yang Berat, tapi Penuh Cinta
Sri Subekti menutup dengan pesan yang menggetarkan: “Amanah ini berat, tapi saya yakin kita semua bisa memikulnya bersama. Sebab Lantip bukan hanya organisasi, melainkan keluarga besar. Kalau bersama, insya Allah semua bisa spektakuler.”
Rapat berakhir dengan suasana penuh optimisme. Panitia terbentuk, gagasan bermunculan, dan semangat menggelora. Lantip bersiap menghadirkan perayaan ulang tahun yang bukan sekadar pesta, melainkan momentum untuk menunjukkan bahwa usia hanyalah angka—semangat tetap muda, dan persaudaraan tetap abadi. (RAYD)



