STIKOM Bali Perkuat Jejaring Global, Teguhkan Akses Pendidikan untuk Semua
STIKOM Bali Perkuat Jejaring Global, Teguhkan Akses Pendidikan untuk Semua
Denpasar — Di tengah arus globalisasi pendidikan yang kian kompetitif, ITB STIKOM Bali tampil sebagai kampus swasta di Bali yang tak sekadar berorientasi lokal, melainkan memposisikan diri sebagai pusat pembelajaran berstandar internasional. Rektor Dr. Dadang Hermawan menegaskan, komitmen itu diwujudkan melalui perluasan jejaring dengan universitas terkemuka di mancanegara, sekaligus membuka lebar akses pendidikan bagi keluarga di pelosok.
“Internasionalisasi bukan hanya soal menambah daftar mitra luar negeri. Lebih penting adalah menciptakan peluang agar mahasiswa kita bisa belajar, bertukar pikiran, dan membangun jejaring global sejak di bangku kuliah,” ujar Dr. Dadang.
Tercatat, kampus ini telah menjalin kolaborasi strategis dengan HELP University Malaysia, Valaya Alongkorn Rajabhat University (Thailand), universitas di Taiwan dan Jepang, serta Guimaras State University di Filipina. Bentuk kerjasama mencakup pertukaran mahasiswa, kuliah tamu internasional, riset kolaboratif, hingga peluang magang di perusahaan mitra global.
Namun, di tengah fokus pada pasar internasional, STIKOM Bali tidak melupakan misi sosialnya di Bali dan Indonesia. Kampus ini konsisten menggulirkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), memberikan peluang kuliah bagi mereka yang memiliki keterbatasan finansial tetapi berprestasi.
Lebih dari itu, inisiatif “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang diusung bersama Pemerintah Provinsi Bali telah menjadi program unggulan. Tujuannya sederhana namun berdampak luas: memastikan setiap keluarga, terutama di desa-desa, memiliki minimal satu anggota yang meraih gelar sarjana.
“Pendidikan adalah investasi terbaik. Melalui program ini, kami ingin memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kemandirian,” tambah Dr. Dadang.
Langkah STIKOM Bali ini menunjukkan bahwa visi menjadi Universitas Berstandar Internasional tidak bertentangan dengan misi pemerataan pendidikan. Justru keduanya saling menguatkan — menghasilkan lulusan yang tak hanya melek global, tetapi juga peka terhadap tantangan sosial di tanah kelahirannya.
Dengan kombinasi internasionalisasi dan kepedulian lokal, ITB STIKOM Bali semakin meneguhkan posisinya sebagai pionir pendidikan tinggi di Bali yang berpandangan jauh ke depan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur masyarakat.
Kalau mau, saya juga bisa buatkan prompt ilustrasi yang memvisualkan kombinasi jejaring internasional + program sosial pendidikan ini supaya berita ini semakin kuat daya tariknya di media. (RAYD)



