Tabligh Akbar Ustadz Muhammad Mursyid
Tausiah Ustadz Muhammad Mursyid dalam Tabligh Akbar FKMTI Provinsi Bali
Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Majlis Taklim Ibu-Ibu (FKMTI) Provinsi Bali pada 15 Desember 2024 di Masjid Al Ihsaan Sanur, Grand Inna Bali Beach, semakin terasa khidmat dan bermanfaat dengan penyampaian tausiah oleh Ustadz Muhammad Mursyid, Ketua MUI Kabupaten Karangasem sekaligus Kepala Urusan Agama Karangasem. Dalam tiga sesi materi yang disampaikan, Ustadz Muhammad Mursyid memberikan pencerahan yang relevan dan mendalam bagi ibu-ibu majlis taklim serta seluruh peserta yang hadir. Berikut adalah rangkuman materi tausiah beliau:
________________________________________
Materi Pertama: Mengupas Surat Al-Mulk Ayat 15 - Pentingnya Berwisata dan Berkuliner
Ustadz Muhammad Mursyid memulai materi pertama dengan mengupas Surat Al-Mulk ayat 15:
"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS Al-Mulk: 15)
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan umat manusia untuk menjelajahi bumi (berwisata) dan menikmati rezeki yang telah Allah sediakan di muka bumi, termasuk dalam bentuk kuliner. Ustadz Muhammad Mursyid menekankan bahwa berwisata bukan hanya sekadar berjalan-jalan atau melihat pemandangan, namun juga mencicipi hidangan khas masyarakat setempat sebagai bentuk apresiasi terhadap kebudayaan mereka.
Beliau kemudian mengaitkan tema ini dengan kegiatan yang berlangsung hari itu. Beliau mengajak para ibu-ibu untuk berbelanja di stan bazar yang tersedia di lokasi acara. Menurutnya, ini adalah wujud nyata dalam mendukung ekonomi umat sekaligus menjalankan perintah Allah yang tertuang dalam ayat tersebut.
"Berwisata dan berkuliner bukan sekadar hiburan, tetapi juga salah satu cara bersyukur atas nikmat Allah, menyambung silaturahmi, dan menghidupkan ekonomi umat," ujar Ustadz Mursyid.
________________________________________
Materi Kedua: Misi Ukhuwah dan Kerukunan Masyarakat Islam di Bali
Materi kedua berfokus pada misi ukhuwah Islamiyah serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Bali. Ustadz Mursyid menjelaskan bahwa pengalaman umat Islam di Bali dalam menjalankan ajaran agama lebih variatif dibandingkan daerah lain karena beriringan dengan tradisi budaya setempat.
Beliau menekankan pentingnya menjaga harmoni terutama di momen-momen yang berpotensi menimbulkan perbedaan, seperti ketika Ramadhan dan Idul Fitri. Tahun ini, menurut prediksi, awal Ramadhan kemungkinan akan bersamaan antara Muhammadiyah dan pemerintah, namun Hari Raya Idul Fitri bisa berbeda.
Pada saat yang sama, umat Hindu di Bali akan menjalankan Nyepi yang dikenal sebagai hari penyepian. Ustadz Mursyid mengimbau umat Islam untuk saling menghormati dengan menjaga ketertiban, seperti berjalan kaki ke masjid terdekat dan mengurangi kebisingan:
"Kita sudah biasa hidup berdampingan dengan kerukunan di Bali. Bila ada kegiatan ibadah bersamaan, kita tunjukkan akhlak yang baik dan saling menghargai. Pecalang (pengamanan adat Bali) siap membantu agar kegiatan berjalan kondusif."
Beliau mengingatkan bahwa kerukunan bukan hanya kewajiban, melainkan bagian dari ajaran Islam yang mulia. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR Bukhari dan Muslim)
________________________________________
Materi Ketiga: Syirah Nabawiyah - Keutamaan Siti Khadijah Radhiallahu 'Anha
Materi terakhir diisi dengan kisah inspiratif dari buku Syirah Nabawiyah karya Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah Attawiyah, yang mengangkat tentang keutamaan Siti Khadijah Radhiallahu 'Anha, istri pertama Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Muhammad Mursyid menjelaskan beberapa keistimewaan Siti Khadijah, di antaranya:
1. Wanita pertama yang mengakui kenabian Muhammad SAW: Siti Khadijah adalah orang pertama yang beriman dan mendukung dakwah Nabi Muhammad di saat banyak orang meragukan beliau.
2. Wanita pertama yang masuk Islam: Beliau menjadi pelopor dalam menerima Islam sebagai agama yang haq.
3. Wanita pertama yang sholat bersama Nabi: Sebagai bentuk kecintaan dan ketakwaannya, Siti Khadijah mendampingi Nabi dalam sholat di awal masa kenabian.
4. Mendapat salam dari Allah dan Malaikat Jibril: Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Wahai Khadijah, Jibril menyampaikan salam kepadamu. Dan Allah pun menyampaikan salam kepadamu serta memberikan kabar gembira berupa rumah di surga yang terbuat dari mutiara, di dalamnya tidak ada kebisingan dan tidak ada kepayahan." (HR Bukhari dan Muslim)
Melalui kisah ini, Ustadz Mursyid mengajak para ibu-ibu majlis taklim untuk meneladani sifat-sifat Siti Khadijah, seperti kesetiaan, keimanan yang kuat, serta peran besarnya dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
________________________________________
Penutupan dan Doa Bersama
Sebagai penutup tausiah, Ustadz Muhammad Mursyid memimpin doa bersama dengan khusyuk. Beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh ibu-ibu majlis taklim senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemampuan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah di Bali. Selain itu, beliau juga mendoakan agar kegiatan FKMTI terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi umat.
Acara tausiah ini menjadi momen yang penuh ilmu, hikmah, dan motivasi bagi seluruh peserta. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga relevan dengan kondisi sosial budaya di Bali, mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Dengan berakhirnya sesi tausiah ini, Tabligh Akbar FKMTI Provinsi Bali semakin memantapkan langkah untuk membangun ukhuwah dan memperkokoh persatuan, sesuai dengan tema besar kegiatan: "Menjalin Komunikasi, Membangun Ukhuwah, dan Memperkokoh Persatuan." (Raden Alit)



