# Wamen Dikdasmen di Bali: Guru Swasta Tidak Boleh Lagi Merasa Dianaktirikan
# Wamen
Dikdasmen di Bali: Guru Swasta Tidak Boleh Lagi Merasa Dianaktirikan
**Denpasar**
— Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar
Riza Ul Haq, M.A., menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan kebijakan
pendidikan yang lebih adil bagi guru swasta di seluruh Indonesia.
Penegasan
itu disampaikan saat berdialog dengan guru-guru Muhammadiyah Bali dalam
kegiatan pembinaan pendidikan yang berlangsung di SD Muhammadiyah 3 Denpasar,
Kamis (4/6/2026).
Dalam
suasana santai namun penuh substansi, Wamen menekankan bahwa peningkatan
kualitas pendidikan nasional tidak mungkin dicapai tanpa memperkuat peran guru
sebagai aktor utama transformasi pendidikan.
**"Sekolah-sekolah
Muhammadiyah harus terus berorientasi pada mutu. Dan kunci utama mutu
pendidikan itu adalah guru,"** tegasnya.
Menurutnya,
pemerintah saat ini menggunakan pendekatan baru dalam meningkatkan
kesejahteraan tenaga pendidik, yakni melalui peningkatan kompetensi dan
profesionalitas guru.
"Kami
memperjuangkan kesejahteraan guru berbasis kompetensi dan sertifikasi. Karena
kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas
pembelajaran," ujarnya.
###
Tunjangan Guru Non-ASN Naik Menjadi Rp2 Juta
Di
hadapan ratusan guru Muhammadiyah, Fajar menjelaskan bahwa pemerintah
memberikan perhatian yang sama kepada guru ASN maupun non-ASN.
Ia
mengungkapkan bahwa tunjangan profesi guru non-ASN yang telah mengikuti
Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini meningkat menjadi Rp2 juta per bulan.
**"Pemerintah
tidak ingin guru-guru non-ASN terus merasa berada di posisi yang kurang
beruntung dibanding guru ASN. Sepanjang memenuhi kualifikasi dan memiliki
sertifikat profesi, mereka berhak memperoleh tunjangan profesi guru,"**
katanya.
Tunjangan
tersebut diberikan langsung kepada guru yang telah memenuhi persyaratan
akademik dan profesional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Guru dan Dosen.
###
Pemerintah Percepat PPG dan Beasiswa Sarjana Guru
Wamen
juga mengungkapkan bahwa masih terdapat ratusan ribu guru di Indonesia yang
belum menyelesaikan pendidikan sarjana maupun Pendidikan Profesi Guru.
Karena
itu pemerintah memperluas program beasiswa S1 dan PPG bagi guru-guru yang belum
memenuhi kualifikasi.
Menurutnya,
langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi besar dunia pendidikan yang
sedang disiapkan pemerintah melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional.
**"Ke
depan profesi guru harus semakin profesional. Hanya mereka yang memiliki
kompetensi dan kualifikasi yang memadai yang akan memasuki profesi
guru,"** ujarnya.
Ia
menambahkan bahwa standar profesi guru akan semakin diperkuat sehingga kualitas
pendidikan nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
###
Redistribusi Guru PPPK ke Sekolah Swasta
Salah
satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam dialog tersebut adalah banyaknya
guru terbaik sekolah swasta yang setelah lulus PPPK kemudian berpindah ke
sekolah negeri.
Menurut
Fajar, pemerintah telah melakukan terobosan regulasi untuk mengatasi persoalan
tersebut.
Melalui
kebijakan terbaru, guru PPPK kini memiliki peluang untuk kembali mengajar di
sekolah asalnya sepanjang memenuhi mekanisme yang ditetapkan pemerintah daerah.
**"Kami
memahami keresahan sekolah-sekolah swasta yang kehilangan guru terbaiknya
setelah diangkat PPPK. Karena itu pemerintah membuka ruang redistribusi guru
PPPK agar sekolah swasta tetap memperoleh layanan pendidikan yang
berkualitas,"** jelasnya.
Kebijakan
tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap seluruh
satuan pendidikan tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta.
###
Muhammadiyah Diapresiasi
Dalam
kesempatan itu, Wamen juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan
pendidikan Muhammadiyah di Bali, khususnya SD Muhammadiyah 3 Denpasar yang
telah berkembang menjadi salah satu sekolah unggulan dengan jumlah peserta
didik yang terus meningkat.
Ia
menilai keberhasilan sekolah Muhammadiyah menunjukkan bahwa lembaga pendidikan
berbasis masyarakat memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas
pendidikan nasional.
**"Tantangan
terbesar bukan hanya menjadi sekolah yang baik, tetapi menjaga konsistensi mutu
agar tetap menjadi pilihan masyarakat dari waktu ke waktu,"** katanya.
Menutup
dialognya, Fajar menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya membangun
sistem pendidikan yang lebih adil, profesional, dan berorientasi pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
**"Negara
tidak boleh membiarkan guru swasta merasa dianaktirikan. Semua guru memiliki
peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,"** pungkasnya.
(RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967



